input license here

Analisa dan Cara Budidaya Pisang Cavendish Untuk Pemula

Cara Penanaman & Analisa Budidaya Pisang Cavendish

Analisa Budidaya Pisang Cavendish - Hallo temen-temen organeeq.com, apa kabar temen-temen semoga dalam keadaan sehat yaa. Kali ini saya akan memberikan sebuah artikel mengenai analisa budidaya pisang cavendish.

cara budadaya pisang cavendish

Analisa Budidaya Pisang Cavendish

Sebelum masuk ke inti tema, maka saya akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai pisang cavendish. Apa sih itu pisan cavendish ? Pisang cavendish merupakan jenis pisang yang saat ini sangat popules di Indonesia bahkan sampai seluruh dunia. Pisang cavendish ini sering kita kenal dengan nama pisang ambon putih. Jenis pisang ini mampu tumbuh di iklim tropis atau masuk kategori tropical fruits.

Meskipun pisang cavendish ini cocok tumbuh di Indonesia, bukan berarti pisang cavendish ini berasal dari Indonesia lhooo yaa hehe. Jenis pisang ini berasal dari Negara Amerika. Semakin ke sini justru permintaan pasar mengenai pisang jenis cavendish ini terus semakin meningkat sehingga dibantu dengan dorongan impor. 

Kenapa bisa jenis pisang cavendish ini banyak permintaan pasar ? Ya karena jenis pisang ini memiliki karakteristik daing yang lunak sehingga nikmat ketika dimakan, dan bisa dijadikan sebagai bahan baku untuk makanan bayi. Salah satu contoh olahan dari pisang ini yaitu tepung pisang.

Jenis pisang cavendish ini mampu tumbuh secara optimal jika ditanam di daerah yang memiliki tingkat sinar matahari yang terbilang cukup stabil. Apabila sinar matahari yang mengenai pisang cavendish secara berlebihan maka hal itu bisa merusak batang pohon pisang dan kemungkinan bisa menyebabkan pohon pisang tersebut mati.

Pisang cavendish bisa tumbuh di wilayah tropis baik itu dataran rendah maupun dataran tinggi dengan maksimal ketinggian 1.600m di atas permukaan laut. Dengan optimal suhu 270 derajat Celcius dan keasaman tanah atau pH sekitar 4,5 sampai dengan 7,5.

Nah itu dia pengenalan singkat mengenai pisang cavendish. Sekarang kita kembali ke tema utama yaitu analisa budidaya pisang cavendish.

Cara Perbanyak Bibit Pisang Cavendish

Salah satu aspek yang memastikan keberhasilan budidaya pisang cavendish merupakan ketersediaan benih bermutu, bibit yang leluasa hama serta sehat. Tidak hanya itu wajib lumayan dalam jumlah serta tipe pisang semacam yang di idamkan. Buat sediakan bibit pisang merupakan dengan menggunakan rumpun pisang sehat. Bibit dapat diperoleh dari tunas, anakan, bonggol serta bit yang diperbanyak secara tradisional ataupun kultur jaringan.

Karakteristik dari tumbuhan pisang cavendish merupakan mempunyai besar batang 2, 5– 3 meter, dengan warna batang hijau kehitaman serta warna pada daun merupakan hijau tua. Tiap tandan mempunyai panjang dekat 60– 100 centimeter dengan berat mulai dari 15– 30 kilogram. Tiap tandan pisang cavendish terdiri dari 8– 13 sisir serta tiap sisir terdiri dari 12– 22 buah pisang.

1. Perbanyakan dengan anakan

Bibit pisang cavendish yang berasal dari pembelahan anakan buat langsung ditanam di kebun. Bahan yang terbaik yang digunakan merupakan anakan pedang( 41– 10) centimeter), semacam daun berupa pedang dengan ujung runcing.

Bibit wajib ditanam sesegera mungkin sehabis dipisahkan, karena kalau tidak seperti itu, maka biaya akan bertambah akibat seranga hama penggerek serta kemungkinan mengalami kematian di kebun. 

Jika tanam pisang cavendish ini kekurangan air dalam waktu yang lama, maka bibit akan layu serta mati, namun bonggol yang tertimbun dalam tanah masih sanggup buat berkembang serta mengawali perkembangan kembali membentuk bonggol baru diatas bonggol yang lama.

Sebenarnya ada tips untuk menghindari peristiwa tersebut, jadi sebelum menanam anakan dipotong 5 centimeter diatas leher bonggol serta metode menanamnya ditimbun 5 centimeter dibawah permukaan tanah.

2. Perbanyakan dari bit anakan/ mini bit


Bahan yang digunakan merupakan anakan pisang cavendish yang berdiameter 7– 12 centimeter ataupun tingginya 40– 150 centimeter( anakan pedang hingga anakan berusia).

Metode buatnya merupakan selaku berikut:

Pembelahan anakan dari rumpun dicoba dengan hati- hati memakai linggis/ tembilang, sehingga keadaan punuk masih utuh. Umbi dibersihkan dari pangkal serta tanah yang melekat, kemudian potong 1 centimeter di atas punuk leher.

Di titik berkembang di punuk pusat dengan lebar dalam± 3 centimeter memakai pisau tajam. Rendam dalam air hangat dengan temperatur± 55° C serta dicampur fungisida dengan dosis 2 gram/ lt air sepanjang 15 menit serta setelah itu dikeringkan. Buat menjauhi hama pada dikala perendaman juga bisa diiringi dengan pemberian insektisida cocok dosis yang disarankan.

Buat memicu timbulnya tunas, umbi- umbian bibit di bedengan, diatur dalam baris dengan bagian titik berkembang masih menuju ke atas, tiap- tiap tunggul jarak antara 5 centimeter serta setelah itu ditimbun dengan kombinasi tanah, pasir serta pupuk kandang± 5 centimeter. 

Penumpukan dicoba sepanjang 3– 5 minggu ataupun hingga tunas berkembang. Sepanjang penumpukan butuh dilindungi kelembaban tanah dengan menyiram air tiap hari seperlunya, paling utama kala tidak terdapat hujan.

Kala tunas sudah berkembang serta mempunyai 1– 2 daun, umbi dibuang dari tumpukan, Hasil Tunas belahan( bit) disemai dalam polybag dimensi 20 x 30 centimeter yang berisi media tanam setelah itu ditempatkan di dasar naungan/ teduh. Sehabis bibit berumur 1 bulan setelah itu bibit dipindahkan ke tempat terbuka serta siap ditanam ke lapangan kala bibit telah berumur 2 bulan.

Perawatan yang dibutuhkan merupakan penyiraman buat melindungi kelembaban tanah. Pemupukan bisa diberikan lewat pengocoran larutan pupuk urea dengan konsentrasi 2 gram/ lt air tiap 2 minggu.

3. Bibit dari Bonggol Tumbuhan Pisang Cavendish


Bonggol dinaikan dari tanah dengan hati- hati supaya mata tunas tidak rusak, setelah itu dibersihkan dari pangkal serta tanah yang melekat. Bonggol setelah itu dipotong dengan dimensi 10x 10 centimeter bagi jumlah mata tunas.

Setelah itu direndam dalam air hangat dengan temperatur 55°C yang sudah dicampur fungisida dengan dosis 2 gram/ lt air sepanjang 15 menit setelah itu ditiriskan.

Bibit sehabis ditiriskan setelah itu ditanam di polybag dimensi 20x 30 centimeter yang berisi media tanah serta pupuk kandang 1: 1. Sehabis ditanam, benih diletakkan pada tempat teduh/ naungan sepanjang 1 bulan serta pada bulan kedua diletakkan ditempat terbuka.

Perawatan yang dibutuhkan merupakan penyiraman buat melindungi kelembaban tanah, pemupukan bisa diberikan lewat pengocoran larutan pupuk urea dengan konsentrasi 2 gram/ lt air tiap 2 minggu. Bibit ditanam di kebun pada usia 3– 4 bulan sehabis semai.

4. Bibit dari Kultur Jaringan


Kultur jaringan merupakan sesuatu tata cara buat mengisolasi bagian dari tumbuhan semacam sekelompok sel ataupun jaringan yang ditumbuhkan dengan keadaan aseptik, sehingga bagian tumbuhan tersebut bisa perbanyak diri berkembang jadi tumbuhan lengkap kembali.

Metode kultur jaringan menggunakan prinsip perbanyakan tanaman secara vegetatif. Berbeda dari metode perbanyakan tanaman secara konvensional, metode kultur jaringan dicoba dalam keadaan aseptik di dalam botol kultur dengan medium serta keadaan tertentu.

Sebab itu metode ini kerap kali diucap kultur in vitro. Dikatakan in vitro( bahasa Latin), berarti“ di dalam kaca” sebab jaringan tersebut dibiakkan di dalam botol kultur dengan medium serta keadaan tertentu.

Perbanyakan benih pisang lewat kultur jaringan dicoba lewat sebagian sesi aktivitas ialah: inisiasi, multiplikasi, aklimatisasi hingga diperoleh benih pisang cavendish siap tanam di luas.

1.Sesi Inisiasi

Berikut ini rangkaian aktivitas dalam sesi inisiasi;

  • Anakan( eksplan) pisang dikupas sampai diameter± 5 centimeter berikutnya di mencuci.
  • Eksplan direndam dalam larutan fungisida( benlate) dengan dosis 1 gram/ l sepanjang 10 menit.
  • Setelah itu eksplan direndam dalam larutan 70% Natrium hypoclorit sepanjang 10 menit.
  • Didalam laminar eksplan dikupas pelepahnya hingga diameter 1 centimeter setelah itu dicelupkandalam larutan Natrium hypoklorit 8%.
  • Berikutnya eksplan dicelup dalam aquades steril, dibasuh ascorbit acid serta dikulturkan pada media inisiasi: media dasar MS+ 2 ppm IAA+ 5 ppm BAP+ 30g/ l sukrosa.
  • Sehabis 1 bulan kemudian eksplan dibelah mejadi 2 bagian dan dipotong pelepahnya.
  • Eksplan setelah itu disubkultur ke media multiplikasi.

2. Sesi Multiplikasi

Media multiplikasi tunas merupakan: media dasar MS+ 2 ppm IAA+ 4 ppm BAP+ 30 gram/ l gula. dan buat pengakaran memakai media dasar MS+ 2 ppm IAA+ 30 gram/ l gula. Subkultur pada media multiplikasi dicoba optimal sebanyak 6 kali.

3. Sesi Aklimatisasi

Sesi aklimatisasi merupakan sesi pengadaptasian planlet dari area terkendali ke area luar. Planlet dikeluarkan dari botol serta dipisahkan satu persatu serta dicuci bersih. Selanjurnya daun dikurangi( ditinggalkan 3 helai). 

Planlet yang telah bersih direndam dalam larutan fungisida dengan konsentrasi 2 gram/ l sepanjang 30 detik, dianginkan dan ditanam di media kombinasi tanah dengan arang sekam perbandingan 1: 2.

kemudian disungkup dengan plastik transparan sepanjang 7- 10 hari. 2 minggu setelah itu daun baru akan berkembang, planlet bisa dipindahkan ke polybag dengan media tanah serta sekam 3: 1.
Persiapan Lahan

Bertujuan buat memastikan serta mempertimbangkan tipe lahan tanam serta tipe pengolahan tanah yang digunakan sehingga proses budidaya pada tumbuhan pisang cavendish sanggup maksimal.

  • Tipe Lahan Tanam. Pisang cavendish bisa ditanam pada tanah kering( tegalan) serta tanah persawahan( lahan sawah), waktu yang baik buat pengolahan tanah ditanah kering pada akhir masa kemarau, sebaliknya buat tanah persawahan dini masa kemarau.
  • Tipe pengolahan tanah. Pengolahan tanah bisa memakai perlengkapan manual( cangkul, dll) serta mesin bajak. Buat tanah dengan tingkatan keasaman besar pH(<5, 0) dicoba pemberian kapur dengan dosis 300 kilogram/ ha secara menyeluruh.
  • Pembuatan Teras( petakan) serta Saluran Pembuangan Air. Pembuatan Teras dibutuhkan buat permukaan tanah yang miring, lebar teras membiasakan kemiringan tanah pada areal penanaman, pembuatan saluran air ini disarankan buat areal tanam yang memiliki kemiringan kecil serta tanah datar, perihal ini berperan mengindari genangan air kelewatan pada areal tanam pisang.

Persiapan Penanaman

Bertujuan membenarkan serta memastikan waktu yang terbaik buat dicoba penanaman, sesuaikan dengan kebutuhan permintaan pasar dengan waktu panen.

Persiapan Tanam Meliputi:

  • Waktu penanaman pisang cavendish dicoba menjelang masa penghujan antara bulan september serta oktober ataupun dibulan apa saja asal air lumayan ada buat pengairan.
  • Lahan dibersihkan dari sisa tumbuhan, setelah itu siapkan lubang tanam dimensi 40 x 40 x 40 centimeter dengan jarak tanam yang digunakan 3 x 3 meter, dicoba sekitar 2 minggu– 1 bulan saat sebelum tanam supaya bibit yang ditanam bisa berkembang dengan kilat. Tanah susunan atas dipisah dengan tanah susunan dasar. Penutupan lubang tanam dicoba dengan memasukkan tanah susunan dasar terlebih dulu.

1. Waktu Tanam dan Jarak Tanam Pisang Cavendish

Menanam pisang hendaknya pada dini masa hujan supaya bebas dari kekeringan pada dini perkembangan serta masuk masa kemarau buah telah siap dipanen. Waktu penanaman yang baik merupakan dicoba pada dikala masa hujan ialah antara bulan September serta Oktober. Kedua bulan ini biasanya akan turun hujan dengan tingkatan curah hujan 200– 220 milimeter.

Jarak tanam cocok dengan tipe pisang. Buat tipe pisang Mas serta Barangan jarak tanam 2 x 2 meter. Tipe pisang Ambon, Cavendish, Raja Sereh, serta Raja Nangka 3 x 3 meter. Tipe pisang Kepok serta Tanduk 3 x 3 meter ataupun 3 x 3, 5 meter. Pemberian pupuk kandang pada lubang tanam dicoba 1– 2 minggu saat sebelum tanam.

2. Dosis serta Metode Cara Pemupukan Pisang Cavendish

Saat sebelum penanaman, lubang tanam diberi pupuk kandang 10 kilogram/ lubang, dibiarkan 1– 2 minggu. Lagi pupuk anorganik yang diberikan merupakan 350 kilogram Urea+ 150 kilogram SP- 36, serta 150 kilogram KCL per ha/ tahun ataupun 0, 233 kilogram Urea, 0, 10 kilogram SP- 36 serta 0, 10 kilogram KCl per tumbuhan.

Buat tumbuhan yang baru ditanam diberi 3 kali ialah dikala tanam serta sisanya dipecah 2 usia 3 bulan serta usia 6 bulan. Pupuk diletakkan pada alur dangkal berjarak 60– 70 centimeter dari tumbuhan serta ditutup tanah. Sebaliknya buat tumbuhan usia 1 tahun ataupun lebih pupuk diberikan 2 kali ialah dini masa hujan serta menjelang akhir masa hujan.

3. Cara Pemeliharaan Tanaman Pisang Cavendish

Tumbuhan Pisang Canvendish membutuhkan pemeliharan yang maksimal, sehingga sanggup menciptakan buah yang bermutu baik, tidak rusak, bebas dari hama serta penyakit. Pemeliharaan jadi komponen utama yang tidak bisa dipisahkan serta jadi tolok ukur keberhasilan budidaya.

Pemeliharaan Tumbuhan Meliputi:

  • •Penjarangan serta Perempalan. Penjarangan berperan mengendalikan jumlah anakan buat satu rumpun terdiri dari 3– 4 batang, memperkecil tingkatan persaingan faktor hara dalam satu rumpun. Perempalan berperan melindungi sanitasi kebersihan kebun dengan metode memangkas daun( pelepah) pisang yang sudah kering.
  • Pengairan serta Penyiraman. Pengairan berperan melindungi ketersedian air di areal penanaman, sebab pisang akan sanggup berproduksi secara maksimal dengan metode membetulkan saluran air.
  • Penyiangan serta Pembumbunan. Penyiangan berperan melenyapkan rumput liar( gulma) yang berkembang di zona penanaman yang jadi pesaing untuk tumbuhan utama dalam memperoleh faktor hara. Penyiangan bisa dicoba secara manual( cangkul serta koret), mesin( mesin potong rumput) serta kimiawi( pestisida/ herbisida). Pembumbunan berperan buat penggemburan tanah, aktivitas pembumbunan dicoba bertepatan dengan aktivitas penyiangan.
  • Pemupukan serta Pemberian Mulsa. Pemupukan berperan melindungi ketersedian faktor hara tanah( mikro serta makro) secara organik( kompos) serta anorganik( kimiawi: urea, sp- 36, za, kcl dll).
  • Pemberian Mulsa bermanfaat buat kurangi penguapan air tanah serta memencet perkembangan gulma dengan metode mengambil daun kering dari pisang tersebut di sekitaran rumpun.Perawatan Buah( Pemberian Kantong Plastik). Sehabis nampak sisir pisang mengembang sempurna, tandan pisang dibungkus dengan kantong plastik bening, kantong plastik bening tersebut berbahan polietilen dengan dimensi 15– 45 centimeter, ketebalan 0, 5– 1 milimeter, diberikan lubang berdiameter 1. 25 centimeter. Buat menjauhi kehancuran buah akibat hama( tupai serta kalong).

4. Tipe Penyakit serta Metode Menghindari Penyakit Layu Pada Tumbuhan Pisang Cavendish

Buat penangkalan serbuan penyakit layu, paling utama diakibatkan oleh jamur Fusarium tumbuhan pisang bisa diberikan agen biologis semacam Trichoderma sp. serta Gliocladium sp. 

Metode pengembangan agen hayati 250 gram( misalnya gliokompos) dicampur dengan 25 kilogram dengan pupuk kandang mentah, aduk hingga menyeluruh. Dibiarkan sepanjang 10– 15 hari diudara terbuka serta diaduk tiap 3 hari sehingga hawa bisa masuk ke bagian dalam tumpukan kompos. 

Buat kombinasi pengembangan lebih lanjut yang sudah terbuat bisa dicampur lagi dengan pupuk kandang sebanyak 500 kilogram serta dibiarkan sepanjang 2 minggu– 1 bulan ditempat teduh dalam kondisi lembab.

Cocok dengan syarat dosis pupuk kandang 10 kilogram/ lubang tanam dicampur dengan tanah galian lubang. Berikutnya dicoba pada tumbuhan berusia 3 serta 6 bulan sehabis tanam dengan menaburkan dekat 0, 5 kilogram/ tumbuhan.

Penyakit yang kerap melanda tumbuhan pisang cavendish merupakan layu Panama ataupun yang biasa diketahui dengan nama layu fusarium. Layu Panama ataupun layu fusarium merupakan tipe penyakit yang akan membuat daun pisang jadi layu sampai kesimpulannya gampang putus.

Layu Panama ataupun layu fusarium merupakan tipe penyakit dari jamur Fusarium oxyporum yang bersarang di dalam tanah selaku klamidospora sehingga sangat susah serta sukar buat dikendalikan ataupun dimusnahkan.

Tidak hanya layu Panama, tipe penyakit lain yang kerap melanda tumbuhan pisang cavendish merupakan Myscophaerella Leaf Disease Complex( MLDC). Apabila tumbuhan pisang cavendish sudah diserbu virus ini hingga akan menimbulkan pertumbuhan tumbuhan jadi kurang baik, daun akan layu dengan kilat sehingga lama kelamaan daun akan terus menjadi menurun.

Setelah itu tiap tandan akan menciptakan mutu buah yang kurang baik dan keadaan buah nampak prematur. Tipe virus lain yang sering melanda tumbuhan pisang cavendish merupakan M. mucicola serta M. fijiensis.

5. Tipe Hama Yang Kerap Melanda Pisang Cavendish serta Metode Mengatasinya

Tipe hama yang senantiasa mengganggu perkembangan tumbuhan pisang cavendish terdapat 3 antara lain:

• Uret Kumbang( Cosmopolites sordidus)

Uret kumbang ialah tipe serangga yang pada biasanya melanda kelopak daun ataupun batang tumbuhan pisang cavendish. Indikasi yang ditimbulkannya berbentuk lorong di dalam kelopak daun serta batang sehingga berujung pada ketidakstabilan tumbuhan.

Buat bisa mengatur tipe serangga ini ialah dengan metode melaksanakan sanitasi ataupun kebersihan tumbuhan pisang di zona tanam.

• Ulat Daun( Erienota thrax)

Ulat daun merupakan tipe serangga yang mengganggu daun dengan diisyarati daun yang menggulung semacam selubung dan ada sebagian sobekan pada bagian daun. Buat mengatur hama ini ialah dengan metode menyemprotkan pestisida dengan merk dagang dusrban ataupun dapat juga suprecide 25 EC.

• Ulat Bunga serta Buah( Nacoleila octasema)

Semacam namanya, ulat ini ialah tipe serangga yang melanda bunga serta buah. Indikasi yang ditimbulkan serangga ini yakni perkembangan buah jadi tidak wajar( abnormal). Ada bercak ataupun bintik semacam kudis pada tiap buah ataupun bunga. 

Para petani buat mengusir serta mengatur ulat ini ialah dengan memakai insektisida dengan merek dagang suprecide 25 EC.

6. Metode serta Guna Pemangkasan Daun Pisang Yang Kering


Pemangkasan daun kering diperuntukan buat penangkalan penularan penyakit, menghindari daun tua menutup anakan serta melindungi buah dari guratan daun. Dikala pengembangan paling tidak terdapat 6– 8 daun sehat buat pengembangan buah maksimum.

Sehabis pemangkasan daun bunga jantan hendaknya tidak dicoba lagi. Sampah dari sisa daun tumbuhan sakit dikumpulkan serta setelah itu terbakar, setelah itu membersihkan perlengkapan pemangkasan dengan disinfektan semacam memakai bayclean ataupun alkohol.

7. Penyiangan Gulma serta Rumput Liar

Pengendalian gulma secara mekanis paling utama dicoba pada dikala tumbuhan berusia 1– 5 bulan, paling utama 3 bulan awal wajib dicoba secara intensif. Sehabis tumbuhan berusia 5 bulan pengendalian bisa dikurangi sebab kanopi tumbuhan bisa memencet perkembangan gulma.

Pada dikala ini pengendalian gulma bisa dicoba dengan herbisida sebab tumbuhan ini lumayan besar sehingga daun tumbuhan tidak terserang herbisida. Penyiangan dicoba dengan selang waktu 2– 3 bulan. 

Pada wilayah yang sempat terkena penyakit layu Panama serta penyakit darah, penyiangan disarankan buat memakai herbisida serta tidak disarankan buat memakai cangkul ataupun koret buat menghindari penularan penyakit akibat kontak dengan perlengkapan.

8. Penjarangan Anakan

Penjarangan anakan bertujuan buat kurangi jumlah anakan, melindungi jarak tanam serta melindungi supaya penciptaan tidak menyusut. Penjarangan anakan dicoba dengan memelihara 1 tumbuhan induk( usia 9 bulan), 1 anakan( usia 7 bulan), serta 1 anakan muda( usia 3 bulan), dicoba teratur tiap 6– 8 minggu. 

Anakan yang diseleksi ataupun disisakan merupakan anakan yang terletak pada tempat yang terbuka serta yang terletak diseberangnya.

9. Perawatan Tandan Pisag Cavendish


Mensterilkan daun di dekat tandan daun paling utama daun yang kering. Tidak hanya itu membuang buah pisang yang tidak sempurna yang umumnya pada 1– 2 sisir terakhir, serta diiringi oleh pemotongan bunga jantan sehingga buah dalam tandan bisa berkembang dengan baik.

Setelah itu buah dibungkus/ dikerodong dengan kantong plastik dimensi 1 meter x 45 centimeter. Perihal ini dicoba buat melindungi buah dari kehancuran oleh serangga ataupun gesekan daun. Sehabis dibungkus, tandan yang mempunyai konsepsi yang sama bisa diberi label( misalnya, dengan tali dengan warna yang sama). 

Perihal ini buat memastikan waktu panen yang pas sehingga usia serta dimensi buah seragam. Supaya tumbuhan tidak rebah saat sebelum buah dipanen, bisa di sangga dengan bambu ataupun dengan mengikat tandan dengan kabel ataupun tali yang terbuat antara baris tumbuhan pisang.

10. Waktu Yang Pas Buat Memanen Pisang Cavendish


Buah pisang yang akan dipanen disesuaikan dengan tujuannya. Buat tujuan mengkonsumsi lokal ataupun keluarga, panen dicoba sehabis buah tua ataupun apalagi telah terdapat yang masak di tumbuhan. 

Sebaliknya buat ekspor, pisang dipanen tidak sangat tua( derajat ketuaan 75- 85%), namun telah masak fisiologis( kandungan patinya telah maksimum). Pada kondisi ini mutu buah lumayan baik serta memiliki energi simpan lumayan lama.

Umur ataupun usia panen buah cavendish ialah 1 tahun. Apabila usia buah terhitung semenjak timbul sampai 80– 100 hari hingga buah pisang cavendish telah dapat dipanen. Ataupun penanda yang lain merupakan dengan memandang daun bendera sudah mengering. Setelah itu nampak pada salah satu buah sudah hadapi pergantian warna ialah kuning.

Waktu panen buah pisang bisa dicoba dengan 2 metode ialah dengan menghitung jumlah hari dari bunga mekar hingga siap dipanen ataupun dengan memandang wujud buah. Buah yang tua umumnya sudut buah tumpul serta membulat, daun bendera mulai mengering, sisa putik bunga gampang patah.

Buah pisang cavendish bisa dipanen bertepatan dengan tandannya. Jadi dikala memotong hingga ukurlah jarak tandan ke pangkal sisir sangat atas berjarak kira- kira 30 centimeter.

Panen buah pisang cavendish bisa dicoba 3– 10 hari sekali dilihat dari jumlah tumbuhan pisang yang ada di zona perkebunan.

Penulis : Ihsan

Related Posts
SHARE
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar