Mengukur Potensi Binis Jual Sayur Online Untuk Pemulia

Mengukur Potensi Binis Jual Sayur Online Untuk Pemulia

Mengukur Potensi Jual Sayur Secara Online

Mengukur Pontensi Jual Sayur Secara Online -- Sejak adanya himbauan untuk banyak aktivitas dari rumah terjadi di Indonesia, banyak orang yang kehilangan penghasilan karena secara langsung akan berdampak pada mereka yang kerja harus di lapangan atau di luar rumah. Hal tersebut akhirnya mengharuskan kita untuk kreatif, memutar otak agar tetap bertahan di tengah keadaan yang makin sulit. Beberapa mulai merintis usaha daring untuk menambah penghasilan.

Salah satu bisnis yang tetap tumbuh di masa seperti ini adalah ritel. Terutama, yang melayani kebutuhan pokok  sehari-hari seperti produk segar semacam sayur dan buah-buahan. Dengan hanya bermodalkan media sosial dan market place, mereka bisa menawarkan produknya kepada konsumen. 

potensi jual sayur online


Himbauan untuk melakukan kerja dari rumah dan beaktivitas disuahakan semua di rumah termasuk berbelanja membuat sebagian orang lebih memilih  membeli kebutuhan pokok lewat kanal online. tak terkecuali dengan produk segar seperti sayur dan buah-buahan.

Penerapan pembatasan aktivitas dan seruan tidak keluar rumah kecuali terpaksa, untuk mencegah penyebaran wabah lebih meluas, rupanya membawa berkah bagi startup yang melayani penjualan secara daring. Permintaan terhadap produk yang ditawarkan setelah pemberlakukan sosialiasi work from home langsung melonjak drastis hingga lima kali lipat dari biasanya.

Mulai muncul platform penjualan sayur secara online, termasuk juga  buah-buahan menjawab permintaan konsumen.

Seiring dengan perjalanan,  lonjakan permintaan ini membuat pelaku bisnis jual sayur secara online semakin bergerilya mencari pasokan sayur-mayur dan buah-buahan dari para petani lokal.

"Kami juga bisa menjangkau lebih banyak petani lokal di area terpencil, yang awalnya belum bisa kami jangkau," kata Oshin -- salah satu pelaku bisnis penjual sayur online.

Selama pandemi corona, produk segar seperti jamu dan jus buah paling banyak dicari konsumen. Untuk menjaga kesegaran dari produk tersebut, Oshin mengklaim, setelah mendapatkan pasokan,  langsung menyimpannya di dalam gudang pendingin dan mengemasnya. Kemudian langsung mengirim ke konsumen begitu ada pesanan yang masuk.

Saat ini, semakin banyak platform penjual sayur online yang menyediakan beragam produk segar. Untuk sayur, ada 15 jenis yang ditawarkan. Setelah melihat hasil yang positif tersebut, bahkan sebagian pelaku bisnis mempunyai rencana untuk memperluas layanan di daerah lain setelah pandemi virus korona berakhir.

Peluang usaha jual sayur secara online memiliki potensi yang besar utamanya bagi para pemuda. Kenapa Pemuda ?

Karena usaha ini mengharuskan penggunaan media sosial dan model komunikasi berbasis internet lainya seperti Whatt Apps dan sebagainya. Tetapi yang mendapat keuntungan bukan hanya pemuda melainkan juga warga desa umumnya.

Bagaimana peluang usaha jual sayur secara online?

Saat ini boleh dibilang semua orang akan memilih cara yang paling praktis dalam hampir segala hal. Utamanya untuk hal-hal yang sudah rutin dilakukan. Misalnya, jika dahulu kala memindah chanel tivi harus memencet-mencet tombol, sekarag cukup dengan remote. Jika dulu orang harus melakukan pembayaran telepon, listrik, angsuran motor dan sebagainya di beberapa tempat, kini cukup di satu tempat bahkan bisa melalui satu kali transfer.

Orang juga mulai enggan pergi ke mall atau supermarket karena butuh banyak waktu, tenaga, biaya dan tidak efisien. Hal itu karena apa yang ingin kita beli, seringkali tidak ada di tempat yang kita kunjungi dan sebagainya. Akhirnya orang memilih membeli melalui online, karena tidak perlu keluar rumah, tidak membutuhkan biaya transportasi dan bisa melihat-lihat dulu produk apa yang akan dibeli hingga bertransaksi.

Melihat semakin besarnya potensi para pelaku bisnis online, muncullah peluang menjual sayur secara online. Namun, online disini bukan seperti membeli baju atau hijab di toko online. Melainkan, jaringan pemasaran dikembangkan dengan menggunakan alat komunikasi berbasis internet.

Bukankah sayur gampang layu? Bagaimana proses penjualannya ...

Cara menjualnya tentu berbeda dengan toko online yang berjualan fashion atau produk kecantikan.  Jual sayur secara online megharuskan konsumennya berada pada satu kawasan yang tidak terlalu luas atau jauh. Misalnya, dalam satu kota. Pemesanan bisa dilakukan melalui jaringan Facebook atau What Apps sehari sebelumnya. Esoknya, sayur yang dipesan sudah tiba di depan pintu rumah.

Apakah tak rugi kalau orang hanya beli dua ikat kangkung dan minta di antarkan?


Tentu saja rugi kalau hanya mengantarkan 2 ikat kangkung ke pembeli. Makanya pembelian juga memiliki angka minimal. Misalnya, pembelian minimal Rp. 30 ribu ditambah ongkos antar Rp 5 ribu. Biaya antar akan semakin irit jika pembelinya tidak hanya satu, tetapi ada beberapa pembeli dalam satu area wilayah, misalnya satu kota kabupaten.

Jarak tempuh juga harus diperhitungkan untuk Anda menentukan biaya antar. Apakah tidak terlalu mahal bagi pembeli?

Kalau dibandingkan dengan harga pasar, tentu saja layanan ini lebih mahal karena ada tambahan biaya antar. Tetapi kita juga harus menghitung biaya transportasi ke pasar, waktu yang dibutuhkan untuk pergi ke pasar dan ketersediaan produk yang terjamin. Maksudnya, ketika kita pergi ke warung atau toko, apakah ada jaminan sayur yang kita inginkan pasti tersedia, kalaupun tersedia apakah ada jaminan sayur itu dalam kondisi masih baik.

Nah,  keunggulan jual sayur online adalah si penjual menjamin sayur yang dipesan, dipastikan ada dan dalam kondisi yang baik. Di antar pada jam tertentu ketika konsumen siap memasak dan dipastikan produknya pilihan serta datang sesuai pesanan produk. Si penjual juga harus menjamin, ketika si konsumen memesan bayam maka yang datang adalah bayam segar dan bagus.

Bagaimana metode kerja jual sayur secara online?


Metode kerjanya sederhana, bisa dibuatkan ilustrasi sebagai berikut : Pagi hingga sore pesanan masuk, malam atau dini hari, penjual sayur online akan berbelanja ke pasar,  biasanya sayur segar siap di pasar pada dini hari. Setelah berbelanja sesuai pesanan, sayur-mayur itu lalu dikemas dengan rapi dan cantik, diberi pita harga khusus seperti yang kita temui di supermarket dan dibungkus plastik baru sehingga higienis.

Setelah itu si petugas pengantar akan mengantarkan sayur-mayur itu satu-satu ke alamat pembeli dan menyampaikan sayur yang dipesan dengan ramah dan disertai ucapan misalnya, selamat makan siang untuk seluruh keluarga dan sebagainya.

Mungkin akan lebih hebat lagi jika selain menyediakan sayur-mayur juga menyediakan layanan  plus bumbu untuk satu jenis resep sayur. Misalnya, paket sayur asem untuk 5 orang. Menyediakan paket sup daging sapi untuk 4 orang, dan sebagainya, tentu saja semua  dalam kondisi yang sudah dicuci bersih. Ini bakal lebih praktis bagi si pembeli karena mereka tinggal ‘cemplung’ saja.

Beberapa jenis usaha seperti ini sudah mulai marak di kota-kota besar. Jika ingin mendapatkan model dan  contohnya  tinggal browsing di internet saja. Usaha ini cocok dilakukan anak-anak muda pada urusan pemasaran dan pengantaran karena potensi jual sayur secara online ini akan  terus berkembang dan bisa menghidupi banyak petani,  jika sayur yang dijual diambil dari kebun petani di desa. Jadi, sebenarnya model penjualan online  tidak selalu identik dengan jual-beli gadget dan barang modern lainnya. Anda tertarik ?

Penulis : Tari Abdullah

Editor : Sigit Utomo